Media Network

1 Desember 2020

Walikota Tegal Yakin Pengembangan SDM Melalui Pendidikan Jadikan NU Semakin Besar

2 min read

Tegal – Meskipun tidak dipungkiri, sudah banyak pondok pesantren yang berdiri di setiap Kecamatan. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) NU dan kontribusi warga NU dalam kemajuan bangsa khususnya Kota Tegal.

Ungkapan Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. dilatarbelakangi oleh hadirnya Staf Khusus Presiden RI, Aminuddin Ma’ruf, di Sarasehan dengan tema Penguatan Kemandirian Pendidikan Keagamaan Islam dalam Lingkungan Sekolah dan Pesantren yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Pendidikan Keagamaan Se-Kota Tegal di SMA NU Kota Tegal, Rabu (15/01/2020).

Turut hadir Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi S.T., M.M, Kapolres Kota Tegal AKBP Siti Rondhijah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal Akhmad Farhan S.HI M.HI dan dihadiri Perwakilan GP Ansor Kota Tegal Dan Perwakilan Fatayat NU Kota Tegal dan siswa-siswi SMA NU Kota Tegal.

Wali Kota mengatakan orang yang diangkat menjadi Staf Khusus Presiden RI merupakan orang khusus dan tidak sembarang orang dapat menjadi staf khusus. Dapat dikatakan staf khusus memiliki SDM yang baik.

“Rekam jejak harus baik, harus pintar, latar belakang organisasi, pengalaman, riwayat hidup juga harus baik,” ungkap Wali Kota yang menyebut dari 13 orang staf khusus se-Indonesia, diharapkan ada 9 orang yang berasal dari NU.

Selanjutnya agar warga NU memiliki SDM yang mumpuni, Wali Kota meminta NU untuk meningkatkan pendidikan anggotanya.

“SMP dan SMA diperbanyak dan ditingkatkan. Meskipun setiap kecamatan sudah banyak berdiri pondok pesantren yang besar,” harap Wali Kota.

Selain jenjang SMP dan SMA, Wali Kota juga berharap adanya sekolah di Kota Tegal bisa berjenjang, misalnya tingkat madrasah ada hampir di setiap kelurahan dan juga sekolah tingkat wustho.

“Sekarang untuk wustho sudah ada 10 yang keluar ijinnya sedangkan 2 sedang proses. Yang kuliahnya bagaimana? Se-Kecamatan satu, berarti ada empat kecamatan, dan empat tahun untuk madrasah, wustho 2 tahun dan kuliah paling tidak 8 tahun harus ada. Kapan lagi satu kecamatan minimal satu,” jelas Wali Kota. Wali Kota yakin dengan adanya pengembangan SDM NU melalui pendidikan, maka NU akan semakin besar. (red/hm/tim)

 176 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *