Tegal – Berita pesan berantai yang menyebut Presiden RI menegur keras Gubernur Kaltim, Wali Kota Tegal dan Wali Kota Tasikmalaya tersebut oleh Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI dinyatakan Hoaks.

Pesan berantai melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Kantor Staf Presiden-Republik Indonesia (KSP-RI), menyebutkan jika Kepala Daerah yang membuat aturan lockdown sendiri akan mendapatkan sanksi mulai dari teguran hingga hukuman indisipliner.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi ST MM saat dihubungi melalui Whatsaap pribadinya menegaskan broadcast melalui pesan WA itu tidak benar atau hoaks. Jadi tidak ada itu teguran dari Presiden , terangnya

Terkait hal tersebut Wakil Wali Kota Tegal mengimbau warga masyarakat tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan, pada dasarnya Pemerintah Kota Tegal melakukan isolasi wilayah sudah melalui prosedur yang ada, bukan semata mata keputusan pribadi.

Dalam penjelasannya Pemerintah Kota Tegal tetap memberikan akses kepada warga masyarakat Kota Tegal untuk melakukan aktivitasnya, dan pemberlakuan isolasi wilayah hanya memperketat akses masuk menuju ke Kota Tegal agar pergerakan masyarakat yang masuk ke Kota bahari dapat dipantau.

Sejatinya hal tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal untuk melindungi masyarakat agar tak terpapar wabah virus Covid 19, dan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus .

Dalam menghadapi Wabah Virus Convig-19, menurutnya hal ini mengacu adanya pengalaman buruk pasien yang positif Corona itu adalah karena kurang ketatnya Bandara dan Stasiun sehingga orang yang dari Abu Dhabi, dalam kondisi sakit bisa “Passthrought” sampai ke Kota Tegal, sehingga kota Tegal menjadi Zona Merah, untuk itu Kami Memperketat Akses semua yang masuk ke TEGAL harus di Cek Suhu, terangnya.

Cek Kesehatan dan Di Semprot Disinfektan, paling tidak kita sudah berusaha untuk Menjaga wabah, Kita tahu bagaimana RS Terbatas, Ruang Isolasi Terbatas, Tenaga Medis Terbatas, Kalau sampai terjadi wabah, Tidak mampu kita.

Disisi lain Wakil Wali Kota Tegal menegaskan hal ini untuk Mensukseskan Program Pemerintah Pusat untuk Social dan Physical Distancing, Sulitnya masyarakat untuk dihimbau, untuk itu kita batasi agar berhasil Mengurangi Wabah dan Menjaga Wilayah Kota Tegal. (red)

 1,195 total views,  1 views today

Detak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.