Tegal – Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi,saat dikonfirmasi, Jumat (3/4), mengatakan sebenarnya tidak ada akses yang dibuka. Hanya yang tadinya full closed sekarang menjadi half open, karena dilakukan kontrol di pintu masuknya dengan menempatkan posko pemeriksaan dan petugas jaga.

“Satu pintu tidak cukup untuk masuk ke Kota Tegal. Hasil evaluasi kita, kita itu harus cepat dan smart dalam melakukan tindakan yang memang belum pernah kita alami,” kata Jumadi.

” Awalnya kita lakukan dengan menutup semua akses, hanya satu pintu masuk. Setelah kita analisa dan evaluasi ternyata tidak cukup,”

Meski begitu keempat akses itu hanya dibuka sebagian, dari sebelumnya yang ditutup total menggunakan movable concrete barrier (MCB) beton.

Keempat akses masuk tambahan menuju pusat Kota Tegal itu masing-masing di Jl. Teuku Umar, Jl. Sultan Agung, Jl. Jenderal Soedirma, dan Jl. Perintis Kemerdekaan. Sebelumnya Pemkot Tegal hanya membuka akses keluar masuk di Jl. Proklamasi depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal dan masih ada beberapa lainnya.

Menurut Wakil Wali Kota Tegal, dibukanya akses tersebut dikarenakan menimbulkan kemacetan malah menyebabkan orang berkerumum dan tidak sesuai protokol menjaga jarak (physical distancing), lebih baik kita buka aksesnya dengan dibuat posko,” tandasnya.

Namun hal tersebut tidak lantas di buka dan dibiarkan lenggang, pemerintah tetap membuat posko posko pengecekan kesehatan bagi warga yang masuk dalam mencegah penyebaran wabah virus Covid-19 ( red)

 779 total views,  1 views today

Detak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.