Media Network

23 November 2020

Upaya Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah Menuju The City Of Innovation

2 min read

TEGAL- Pendapatan Asli Daerah atau disingkat PAD, adalah penerimaan dari sumber-sumber di dalam wilayah suatu daerah tertentu, yang dipungut berdasarkan Undang-undang yang berlaku.

Rabu (11/12/2019) di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Setda Kota Tegal, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menjajaki kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta. Kerjasama yang dilakukan dalam bentuk kolaborasi dan sinergi mengenai Zona Nilai Tanah Berbasis Bidang dan Aplikasi Monitoring Pembayaran Pajak, yakni antara  Pemkot Tegal, STPN dan Kantor ATR/BPN Kota Tegal  bahkan sepakat melanjutkan kejenjang MoU (Memorandum of Understanding) dan PKS (Perjanjian Kerja Sama).

Rapat penjajakan kerjasama yang dihadiri Ketua STPN Yogyakarta Dr. Ir. Senthot Sudirman, M.S., Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tegal, Siyamto, dan dipimpin Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi, S.T., M.M., yang didampingi jajarannya dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Bagian Pemerintahan dan Kerjasama Daerah dan Bagian Hukum Setda Kota Tegal.

Terkait hal ini Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi ST.MM mengatakan kolaborasi antara Pemkot, STPN dan BPN, dapat memanfaatkan zona nilai tanah sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan.

Sementara  keunggulan aplikasi Zona Nilai Tanah Berbasis Bidang dan Aplikasi Monitoring Pembayaran Pajak yang dimiliki oleh STPN antara lain, pertama, aplikasi mengenai Zona Nilai Tanah Berbasis Bidang, selama ini belum ada. Padahal implementasi untuk keperluan ini mendesak mengingat tuntutan UU No. 28 tahun 2009 mengenai tugas penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, khususnya PBB dan BPHTB menjadi tugas Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setelah diserahkan dari Kantor Pajak Pratama.

Wakil Walikota Tegal juga  menekankan yang lebih penting lagi bahwa hal ini merupakan pijakan awal untuk menuju salah satu part of the smart city pada tahun 2021. “Inilah inovasi-inovasi yang kami janjikan berdua, antara Walikota dan Wakil Walikota Tegal, salah satunya yaitu bidang pertanahan dan inovasi-inovasi lainnya. Mudah-mudahan tegal menjadi smart city dan sekaligus the city of innovation.

Selanjutnya  langkah awal untuk pertama kali akan dilaksanakan di beberapa kelurahan sebagai pilot project. “Mungkin akan dilaksanakan di dua atau tiga kelurahan atau berapa yang sudah siap. Setelah itu nanti bergeser secara bertahap di 27 kelurahan di Kota Tegal,” kata Jumadi optimis.

Selain itu dalam kesempatannya  diserahkan secara simbolis sertifikat untuk 99 bidang tanah jalan yang ada di Kota Tegal dari 163 bidang tanah yang dibuat pada tahun 2019 kepada Walikota Tegal. Sertifikat jalan tersebut merupakan tugas BPN Kota Tegal dari Pemkot Tegal. (red/Imn/Tim)

 175 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *