Ternyata Batik Buatan Mbah Kalimah Membuat Terharu Wawalkot Tegal

Tegal – Mbah Kalimah, nenek berusia 92 tahun warga Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal,  hingga kini masih produktif menjadi perajin batik Tegal, bahkan berbagai corak batiknya tanpa Ia sadari telah banyak meramaikan jagad.

Dengan bahasa khas Tegal yang masih jelas, dirinya menjelaskan ikhwal mulai membatik saat masih berusia 25 tahun, dan tak pernah merasa bosan ataupun bergeming beralih profesi,

“Saben dina mbatik , Awit Mbiyen nganti saiki”  (red- setiap hari membatik dan sejak dari dulu hingga saat ini),” ungkap Mbah Kamilah, nenek dengan 11 cucu dan memiliki empat cicit.

Wakil Walikota Tegal, Muhamad Jumadi ST.MM dalam kunjungan Tilik Warga, merasa terharu saat melihat langsung geliat semangat kreatifitas Mbah Kalimah (92) dalam membatik, uniknya lagi semua pola atau corak yang dibuat hanya berdasarkan ekspresi dirinya dan bukan mengikuti pola yang disiapkan pemesan, bahkan Dirinya memberikan bantuan sembako sekaligus membeli beberapa buah Kain batik dan memesan untuk corak batik lain

” Salut.. beliau diusia senja 92 tahun masih produktif  membatik, artinya ini contoh bagi generasi muda apalagi dimasa pandemi seperti sekarang ini” ujar Muhamad Jumadi, Rabu (7/10/2020) usai berbincang dengan Mbah Kalimah

Lebih lanjut Jumadi menambahkan, meskipun masa pandemi Beliau  masih tetap produktif membuat batik, pakai tangan tanpa dipola.  Polanya lansung apa yang ada dalam pikirannya, artinya ingatan Beliau, cara kerja Beliau masih seperti saat masih muda dan perlu kita ketahui mereka adalah para orangtua yang sudah lanjut usia untuk tetap kita harus hormati.

Artinya membatik itu menggunakan hati, tidak hanya fikiran saja, ungkapan hati Beliau dituliskan dalam batik ini dan ini luar biasa, bisa menjadi contoh kita semua. Harga satu kain batik ini, Rp 400 ribu dalam 2 bulan menghasilkan 3 kain batik.

Selain itu Wakil Walikota juga menyampaikan harapannya kepada semua  masyarakat Kota Tegal generasi muda untuk  tetap bersemangat meskipun di masa pandemi, satu hal yang menjadi kunci mengapai ketekunan  yakni  jujur, tetap bersih dalam menjalankan semua pekerjaan menggunakan hati bukan semata-mata bekerja dan mencintai pekerjaannya (Red)

 

 

 204 total views,  4 views today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.