DetakIndonesia.com- Atas perbuatannya, pelaku D dan T terancam dijerat dengan pasal 340 subsider 338 juncto pasal 335 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Dalam Siaran Resminya di Mapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafaat Kapolres Tegal menegaskan bahwa pembunuhan dengan aksi ditembak dari jarak 3 Meter dirumahnya telah direncanakan.

Pasalnya T (Orang Tua) sengaja memerintahkan anak keduanya D (29) tahun untuk membeli senapan berburu laras panjang Minggu 29 Agustus 2022 di Bumiayu.

Menurut T dirinya kesal, pasalnya sejak usia 10 tahun hingga 40 tahun C (anak Pertamanya) kerap membuat kesal bahkan sering mengamuk bila permintaannya tidak dipenuhi.

Sehingga pada Selasa 30 Agustus 2022 D (anak kedua) meski tak sempat terjadi percekcokan, D (anak kedua) tetap menjalankan misinya menembak C atas perintah Ayahnya dan mengenai kepala bagian belakang.

Sebelumnya senjata ini memang telah disiapkan sebelumnya dan direncanakan oleh T (Ayah) dan D (anak keduanya) untuk menghabisi nyawa C yang merupakan anak kandungnya dan kakak dari D (pelaku penembakan).

Dari keterangan yang dihimpun dalam Konferensi pers dijelaskan bahwa Korban C sempat lari keluar rumah meminta pertolongan warga sekaligus menyebutkan bila dirinya telah ditembak D adiknya.

Korban sempat dibawa ke klinik Pagiyanten, lantaran tak sanggup menangani, korban langsung di bawa ke rumah sakit RSI PKU Muhammadiyah Tegal dan akhirnya meninggal dunia.

Dalam Konferensi Pers juga dijelaskan bahwa aksi penembakan pada Selasa 30 Agustus 2022 terjadi pukul 23.00 wib dirumahnya Dukuh Bayalangu, Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna, Kabupten Tegal.***

 

 

 

 

 

 

 

 32 total views,  1 views today

Redaksi