Penulis : Bung Baedy (FB)

Tegal, ngangeni lan mbetahi. Begitulah salah satu slogan berkata. Selain daripada itu, Tegal merupakan salah satu daerah yg sangat subur. Dahulu, sebagian besar daerah ini berupa tegalan. Jadi tepat sekali jika daerah ini disebut Tegal.

Istilah Tegal berasal dari kata ‘tetegal’ atau dalam catatan lain (catatan org Portugis, Tome Pires 1515) disebut sebagai ‘tetegual’. Baik tetegal ataupun tetegual memiliki arti yang sama yaitu tanah subur yang mampu menghasilkan tanaman (Debdikbud Kabupaten Tegal, 1984).

Penggunaan ‘Tegal’ sebagai nama wilayah atau daerah kita ini menurut saya pribadi sangat tepat. Setidaknya ada beberapa bukti yg bisa memperkuat kenapa daerah kita ini dinamakan Tegal, diantaranya adalah :

(1) Sebagian besar wilayah kita adalah tegalan.
Jika kita mau memperhatikan, bisa diketahui bahwa daerah kita ini sebagian besar berupa tegalan. Sehingga tidak heran jika daerah kita mampu menghasilkan banyak jenis tanaman pertanian. Mulai dari pantura hingga pegunungan kita akan banyak disuguhkan pemandangan tegalan. Mungkin ada yg bilang “lah apa sing aq weruh pemukiman kok”. Ya, maklum karena kita hidup di zaman sekarang.

(2) Tegal sebagai tanah yg subur juga bisa dibuktikan melalui banyaknya penemuan situs situs seperti lingga dan yoni. Beberapa situs tersebut pernah ditemukan di daerah Bumijawa, Bojong, Balapulang, Lebaksiu, dan Slawi. Lingga dan yoni disamping sebagai objek pemujaan dalam agama Hindu juga secara simbolis merupakan tanda kesuburan suatu daerah. Lingga yg berwujud objek tegak mirip kemaluan laki laki dan yoni yg berwujud objek berlubang mirip kemaluan perempuan sejatinya adalah simbol dari kesuburan tanah. Bisa dipastikan dimana ada dua benda ini pasti daerah tersebut subur.

Penyebutan istilah Tegal itu sendiri diduga mulai diresmikan tahun 1601 M, tepatnya ketika Tegal diresmikan sebagai kadipaten atau kabupaten oleh Sultan Mataram pada tanggal 18 Mei 1601 M (Akhmad Zubaedi, 2016).

Adapun sebelum tahun 1601 M, daerah ini bernama tetegal atau tetagual sebagaimana catatan Tome Pires ketika singgah di pelabuhan Tegal Tahun 1515 M dimana pada tahun ini Tegal masuk wilayah kesultanan Demak. Di dalam catatan yg tertuang pada lempengan prasasti Majapahit juga disebutkan bahwa pada abad ke 15 – 16 daerah ini dinamakan Tetegal. Wallahu a’lam.

Foto :
– Dok. Pribadi
– Manggaladharmabalapulang.blogspot.com
Sumber :
(1) Tim YPKM Semarang. 1994. Penyusunan Sejarah dan Hari Jadi Kabupaten Daerah Tingkat II Tegal. Tegal : Bappeda.
(2) Zubaedi, Akhmad. 2016. Menyusuri Jejak Jejak Tegal. Bukittinggi : Ajrie Publisher.
(3) Wikipedia (***)

 189 total views,  2 views today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.