Tegal – Wakil Walikota Tegal, Muhamad Jumadi, Menanggapi saat diskusi secara virtual bersama Forum Grup Discussion yang dipersembahkan Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas melalui APIC Smart Environment Society bertemakan Indikator Pengelolaan Sampah dalam Indeks Kota Cerdas, menyampaikan bahwa Kota Tegal siap untuk menjadi pilot project bagaimana tata kelola sampah yang baik menurut APIC Smart Environment Society, Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas

Dipandu Moderator Maria Dian Nurani, ST , M.Si, SEP Ketua APIC Smart Environment Society, gelaran diskusi ini selain mengundang Muhamad Jumadi, Wakil Walikota Tegal, juga menghadirkan narasumber lain diantaranya Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum, M.A. – Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Hendra Sandhi Firmansyah dari Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ( PIKKC ) ITB, Saharuddin Ridwan – Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia ( ASOBSI ), Febriadi Pratama dari CEO Gringgo , Ratih Anggraeni dari Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia serta Hana Nur Aulina dari Head of Communication and Engagement Waste4Change, dan Prof. Suhono Harso Supangkat – Ketua Umum APIC serta Novrizal Tahar – Direktur Pengelolaan Sampah KLHK

Sedangkan dalam Forum Grup Discussion tersebut pada Rabu, (30/6), Wakil Walikota Tegal menyampaikan guna mendukung program nyata dari APIC perlunya ada kota yang dijadikan pilot Project pengelolaan sampah , untuk itu Kota Tegal siap menjadi Pilot Project Pengelolaan Sampah sebagai bagian dari Indikator Smart City, Ujarnya

Hal tersebut diulasnya karena dengan Aplikasi berbasis IT yang kini mulai banyak digunakan untuk pengumpulan sampah anorganik dari masyakarat dan aplikasi ini akan sangat membantu Pemerintah Daerah dalam penyusunan rencana strategis dan kebijakan pengelolaan sampah di wilayahnya

” Ini merupakan perkembangan teknologi, bila Kota Tegal menjadi Pilot Project, artinya Kota Tegal menjadi Kota pertama dalam tata pengelolaan sampah yang smart city” jelasnya saat dikonfirmasi di rumah dinasnya

Ranking Kota Cerdas Indonesia ( RKCI ) yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Bandung dan didukung oleh APEKSI dan penggunaan aplikasi ini dalam indikatornya berpotensi untuk mendorong Pemda, masyarakat, bank sampah dan industri daur ulang dalam mendorong perwujudan Smart City .(Red)

 208 total views,  1 views today

Detak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.