Detakindonesia.com – Satu minggu lebih setelah para peserta Life Skill yang dilaksanakan oleh UPTD SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Tegal dari jenjang Kejar Paket A, Kejar Paket B dan Kejar Paket C SKB Kota Tegal banyak mengalami kemajuan.

Hal tersebut terlihat saat pantauan di lapangan, dari Life Skill bidang keahlian Hidroponik, mereka sudah sampai tahap pindah tanam dari media semai ke sistem tanaman hidroponik,

Dari tataboga para peserta antusias mempraktekan dan mengolah adonan dengan lihainya sampai berbentuk kue yang siap di oven, dan dari aplikasi perkantoran terlihat mereka sudah mengoperasikan MS Office seperti Excell, Word dan Power Point.Dari ketiga life skill tersebut, rata rata peserta belum pernah mengenal sebelumnya, Kamis (15/09/2022) di UPTD SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Tegal

Durohim Salah satu peserta pelatihan dari Kejar Paket C menyampaikan dengan adanya pelatihan ini paling tidak bisa mengetahui apa itu aplikasi perkantoran.

“Kedepan setelah mendapatkan pelatihan ini akan saya kembangkan dan pelajari lebih lanjut baik di tempat kerja maupun di rumah” ucap Durohim penuh semangat.

Sofiah, S.Kom dari LKP Nia Boga untuk tata boga menyampaikan kekaguman dan semangat dari para peserta, ini bisa dilihat dari kehadiran peserta dan keuletan setiap diberikan materi pelatihan.“Dalam proses pelatihan tata boga, mereka para peserta, saya bisa katakan mempunyai semangat dan rajin, selama seminggu ini pelatihan mereka sudah bisa membuat, mengolah adonan sampai menjadi bentuk kue maupun makanan yang siap santap maupun siap dikemas untuk dijajakan” ucap Sofiah, S.Kom.

Antusias juga ditunjukan di pelatihan life skill Hidroponik, pelatihan yang banyak diikuti oleh anak-anak inklusi ini sudah dalam tahap pindah tanam dari media semai ke system hidroponik. Jenis tanaman yang dikembangkan adalah Kangkung dan Pakchoy dan juga Caisim dan Bayam Merah

“pesrta terdiri 20 anak yang mengikuti kegiatan pelatihan life skill hidroponik, mereka rata rata sudah bisa memindahkan dari media semai sampai ke system hidroponik, kedepan selama pelatihan kita akan bimbing mereka sampai bisa memanen dan mengemasnya agar mempunyai nilai ekonomi lebih” ucap Sri Sudiarsih dari Mejasem Hidroponik (red)

 53 total views,  2 views today

Redaksi