Seminar Nasional Usulan Gelar Pahlawan Bagi KGPAA PAKU ALAM VIII

Jakarta – “Jangan tanyakan apa yang Negara Berikan Kepadamu, Tapi tanyakan apa yang Engkau Berikan kepada Negaramu”, demikian kutipan ungkapan kata John F Kennedy, disampaiakan Sekda DIY, Drs. Kadarmanta Baskara Aji mewakili Gubernur DIY pada Seminar Nasional yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (18/02). Hal tersebut merupakan sebuah kata kunci untuk menggambarkan sosok seorang Sri Paku Alam VIII pemimpin nomor dua di DIY, yang bekerja secara diam-diam dalam sunyi, tanpa pamrih dan selalu siap di belakang Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tandasnya.

Dikemukakan pula oleh Baskara Aji bahwa, Sri Paduka pernah pula mengutarakan dalam suatu Seminar Kebudayaan pada Februari 1992 : ”Kami merasa kecil, sebab Kadipaten Paku Alaman wilayahnya memang kecil. Kami merasa tidak pada tempatnya untuk dibanding-bandingkan, sebab Paku Alaman yang Kecil tak akan sebanding dengan Kasultanan”.

Sri Padukapun menambahkan, bahwa beliau ingin menyatukan kembali wilayahnya dengan Kasultanan Yogyakarta, karena semula keduanypun merupakan satu. Hal demikian sebagai penegasan dari apa yang telah diikrarkan sebelumnya.

Seminar yang mengusung tema KGPAA Paku Alam VIII sebagai Pejuang Negarawan dan Negarawan Pejuang merupakan tahapan mekanisme usulan Gelar Pahlawan Nasional yang difasilitasi oleh Dinas Sosial DIY atas usulan masyarakat dan salah satunya diajukan oleh Forum Edukasi Rakyat Yogyakarta (FERAYI) serta Universitas Gajah Mada.

Sementara itu Panitia pengusulan yang ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Djagal. Wiseso Marseno, M. Agr. menyatakan bahwa, sesuai aspek historis dengan wacana tiga hal utama yang identik dengan Yogyakarta yaitu Sri Sultan HB X, KGPAA VIII dan Keistimewaan.Dalam perjalanannya Sri Sultan HB IX sudah dianugerahi gelar pahlawan dengan Keputusan Presiden. Dengan demikian sudah saatnya sosok KGPAA Paku Alam VIII memperoleh kesempatan sebagai bagian dari “trisakti” tersebut karena perannya dalam perjalanan sejarah bangsa. Hasil dari seminar ini merupakan bagian dari bahan naskah akademik yang dilengkapi dengan foto, penghargaan maupun dokumentasi yang diperlukan untuk verifikasi.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial DIY, Drs. Untung Sukaryadi mengungkapkan bahwa, seminar ini bertujuan untuk menuju langkah selanjutnya dari proses pengajuan. Proses tersebut merupakan bagian utama dari fasilitasi oleh Dinas Sosial yang merupakan hasil kerja Tim Pencari Informasi dan Dokumen, tim Naskah Akademis dan Tim Pencari dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD).

Seminar menghadirkan 3 nara Sumber yaitu : Prof. Dr. Makarim Wibisono, Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno SIP. MSc dan Prof. Dr. Djoko Suryo. Turut hadir dalam kesempatan tersebut : Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial Kemensos, Keluarga Kasultanan Yogyakarta maupun Puro Pakualaman, Aisten Pemerintah dan Administrasi Umum Sekda DIY, Para Pimpinan OPD DIY, Bupati Kulonprogo serta tamu undangan.

Turut menyemarakkan kegiatan ini dilaksanakan pula pameran foto kegiatan saat KGPAA Paku Alam VIII berkiprah di masa hidupnya. (sumber//teb//humas Jogja/)

 139 total views,  2 views today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.