Media Network

30 November 2020

Rakor TPID, Walikota Tegal Ingatkan Ketersedian Gas LPG 3 Kg Jangan Sampai Kosong

2 min read

Tegal – Tingkat inflasi Kota Tegal Year-on-Year (YoY), masuk dalam tiga terendah se-Jawa Tengah, dengan tingkat inflasi rata-rata dalam tahun 2019 mencapai, 2,56%. Tingkat Inflasi Kota Tegal berada dibawah inflasi Nasional sebesar 2,71% dan dibawah inflasi Jawa Tengah yang mencapai 2,81%.

Hal ini terungkap pada acara Rapat Koordinasi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal, Kamis (9/1), di RM, Bukit Si Tanjung, Lebaksiu Kabupaten Tegal yang dihadiri Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Kapolres Kota Tegal, AKBP Siti Rondijah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Taufik Amrozi, Pj. Sekda Kota Tegal Imam Badarudin beserta beberapa kepala OPD dan Perwakilan Pertamina dan Bulog Tegal.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono bersyukur tingkat inflasi Kota Tegal yang sebelumnya merupakan salah satu daerah dengan tingkat inflasi cukup tinggi, namun kini tingkat inflasi Kota Tegal masuk dalam 3 daerah dengan tingkat inflasi terendah se-Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, yang dulu kita inflasinya tinggi sekarang sudah menjadi tiga besar terendah se-Jawa Tengah” tutur Wali Kota.

Menurutnya, dengan masuknya Kota Tegal kedalam tiga besar daerah dengan tingkat inflasi yang rendah se-Jawa Tengah, merupakan sebuah peningkatan yang sangat baik.

Ia berpesan untuk TPID untuk bisa mempertahankan tingkat inflasi Kota Tegal agar dapat di tekan serendah mungkin. “ Ini merupakan sebuah peningkatan yang sangat baik sekali, dan diharapkan untuk bisa dipertahankan” jelas Wali Kota.

Bahkan dirinya menyoroti, beberapa komoditas yang kedepan perlu untuk di kontrol terus, selain Sembilan bahan Pokok, adalah tersedianya Gas LPG 3 Kg bersubsidi, kedepan jangan sampai terjadi kelangkaan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Taufik Amrozi menyampaikan bahwa tahun 2019 tingkat inflasi Year on Year Kota Tegal yang terendah dalam lima tahun terakhir, dimana selama lima tahun terakhir inflasi Kota Tegal berada diatas 4%. Selain patut di syukuri, kedepan, perlunya melakukan langkah-langkah kolaboratif, agar diakhir 2020 bisa lebih baik lagi dalam menekan inflasi.

“jika kita guyub, akan mempermudah dalam Pengendalian inflasi, sehingga beberapa komoditas yang pada tahun 2019 banyak menyumbangkan inflasi adalah bawang merah dan cabe merah, dan menurutnya komoditas ini perlu mendapatkan perhatian di tahun 2020. (red/hm/tim)

 184 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *