Polresta Tegal Tangani Bungkusan di Duga Bom, Wakil Walikota Apresiasi Respon Cepat

Tegal – Selasa (3/3) Halaman Kampus PGSD Universitas Negeri Semarang Jalan Pendidikan, Kelurahan Kemandungkan Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal, Belakang Rita Supermall Tegal, Sempat heboh dengan adanya bungkusan yang di duga Bom.

Menurut Kapolresta Tegal AKBP Siti Rodhijah mengatakan temuan adanya barang yang diduga bom akan dilakukan lidik terlebih dahulu. “Kita lidik dulu yang jelas ini baru dugaan bom, setelah kta panggil tim jihandak dan gegana ternyata ini bukan bom,” ungkap Siti Rondhijah.

Selanjutnya Kapolresta Tegal menyebut barang bukti dibawa ke Polresta Tegal untuk dilakukan lidik. Mengenai kemungkinan adanya perbuatan yang dikategorikan teror, Kapolresta mengatakan akan menunggu setelah dilakukan penyelidikan.

Sedangkan Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, S.T., M.M., yang langsung hadir dilokasi memberi apresiasi kepada pihak Kepolisian yang secara tanggap dan cepat melakukan pengamanan terkait dugaan adanya bom dalam bungkusan kantong plastik

” Ini pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah dengan Kepolisian dan Forkompimda, untuk hal-hal seperti ini, Tanggap dan cepat, koordinasi dengan Jihandak Provinsi, ” ungkapnya usai memonitor penanganan tim Polresta Tegal.

Dihadapan para awak media Wakil Walikota juga meminta Terkait CCTV yang tidak berfungsi karena rusak terkena petir agar segera diperbaiki, Ia menyebut kejadian dugaan adanya bom di Kota Tegal baru pertama kali, mempertimbangkan agar dipasang CCTV di Kota Tegal di beberapa titik yang bertujuan untuk control semua kegiatan warga.

Sedangkan menurut keterangan saksi mata, Satpam Unnes Wibowo (52) mengatakan menerima laporan dari seorang cleaning service bernama Faisal Haris yang membawa kantong plastik yang isinya belum diketahui. Tetapi Wibowo memprediksi barang tersebut milik orang proyek, karena di Unnes kemarin baru saja ada proyek.

“Pengertian saya itu barang proyek, kemudian saya taruh di meja saya, namun kemudian di panggil oleh dosen, yang menanyakan itu apa? Saya jawab, jajanan owh. Tapi katanya jangan-jangan itu bom. Akhirnya karena merasa barang nemu akhirnya saya bawa lagi ketempatnya,” tutur Wibowo yang menyebut menemukan barang tersebut sekitar pukul 08.30 WIB.

Wibowo menyebut setelah dibuka di tempatnya, Wibowo yang penasaran kemudian membuka bungkusan dan melihat ada jarum jam di dalam bungkusan. Akhirnya, Wibowo berinisiatif melaporkan ke pihak kepolisian yang tidak berapa lama akhirnya datang dengan sigap dan tanggap mengamankan barang yang diduga bom tersebut. (red/tim)

 112 total views,  2 views today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.