Pola Pembayaran Non Tunai Mampu Meminimalisir Interaksi Transaksi di Masa Pandemi

Slawi – Bupati Tegal Umi Azizah resmi luncurkan sistem pembayaran retribusi pasar secara elektronik (e-retribusi) di dua pasar tradisional yang dikelola Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal. Kedua pasar tersebut adalah Pasar Pepedan dan Pasar Kupu di Kecamatan Dukuhturi.  Rabu (9/6/2020) siang.

Penggunaan e-retribusi ini merupakan bagian dari gerakan nasional non tunai untuk menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan penggunaan uang elektronik.

“Salah satu tujuan dari pembayaran retribusi secara elektronik selain untuk membiasakan transaksi nontunai  di kalangan masyarakat, juga akan terbentuk komunitas masyarakat yang lebih aktif dalam menggunakan transaksi nontunai atau _less cash society_.

Menurut Bupati Tegal, secara _real time_ penerimaan pendapatan daerah dari retribusi pasar, memberikan kepastian besaran nominal retribusi yang harus dibayarkan warga, pedagang kepada pemerintah.

“Transaksi pembayaran nontunai menjamin tagihan retribusi yang dibayarkan pedagang itu pas, tidak kurang, tidak lebih,” katanya.

Bupati juga menegaskan, pihaknya tidak ingin ada petugas pemungut retribusi pasar yang kemudian disudutkan karena menerima kelebihan uang kembalian dari para pedagang yang seharusnya dikembalikan karena memang bukan haknya, termasuk mencegah petugas yang lalai karena memegang uang tunai dalam jumlah besar yang seharusnya disetorkan ke kas daerah.

Bahkan 761 pedagang di Pasar Pepedan dan 132 pedagang di Pasar Kupu  telah memiliki kartu e-retribusi dari Bank Jateng. Dengan kartu tersebut, para pedagang tidak perlu lagi repot menyiapkan pecahan uang rupiah untuk membayar retribusi pasar setiap harinya.

Setelah melakukan pengisian saldo, pedagang pasar bisa menggunakan kartunya dengan cara ditempel pada mesin pembaca yang dibawa oleh petugas pemungut retribusi. Maka, mesin tersebut secara otomatis akan memotong saldo milik pedagang sesuai jumlah tagihan.

Pola pembayaran nontunai ini dinilai mampu meminimalisir interaksi pertukaran uang kartal di masa pandemi Covid-19 diidentifikasi sebagai media penularan virus Corona. (red)

107 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.