Pertumbuhan Ekonomi di Kota Tegal Terus Membaik Meskipun Obyek Wisata dan Hiburan Masih di Tutup

TEGAL – Pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal terus merambat pulih dan bangkit, meskipun kebijakan penutupan obyek wisata, cafe dan tempat hiburan lain masih diterapkan hingga saat ini, karena masih dilakukan evaluasi.

Hal tersebut diutarakan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi ST.MM saat mengikuti Webinar yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal dengan tema Pemulihan Ekonomi Daerah Melalui Optimalisasi Teknologi, Rabu (14/10)

“Pertumbuhan ekonomi di Kota Tegal sudah bagus jika dibandingkan rata-rata kabupaten/kota di Jawa Tengah dan hal ini akan terus diupayakan peningkatannya agar kehidupan dunia usaha dan masyarakat di Kota Tegal meningkat” ujarnya

Menurutnya,  sejak 1 Oktober 2020 lalu hingga saat ini Pemerintah Kota Tegal masih menerapkan kebijakan penutupan sementara untuk tempat wisata,  tempat hiburan, dan cafe dan sebelum akhir bulan semua dapat dibuka kembali untuk meningkatkan perekonomian di Kota Tegal.

Perhelatan usaha berbasis online, menjadi salah satu faktor pendukung, jutaan masyarakat di Indonesia melakukan bisnis lewat internet dan ini terjadi pula di Kota Tegal searah perkembangan kota, tidak menutup  kemungkinan hal tersebut menjadikan bisnis atau usaha melalui internet yang berbasis online semakin di gemari.

Lebih lanjut Wakil Walikota menegaskan menyoal dibukanya kembali dengan catatan masyarakat harus patuh terhadap Protokol Kesehatan (Protkes), kesadaran masyarakat harus ditingkatkan terutama dalam menerapkan Disiplin Protkes.

“Kami akan langsung  turun untuk keberbagai lokasi memastikan penerapan Protkes dan terus melakukan operasi yustisi rutin” tegasnya

Sedangkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal Taufik Amrozy, sampai dengan September 2020, perkembangan perekonomian nasional secara perlahan menunjukkan perbaikan meskipun masih terbatas.

Hal tersebut sejalan dengan mobilitas masyarakat yang masih dibatasi melalui penerapan PSBB di beberapa provinsi dan kebupaten/ kota dalam rangka pencegahan Covid-19.

Adanya fenomena pergerakan masyarakat yang terbatas tersebut berdampak pada penurunan konsumsi rumah tangga yang pada akhirnya berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang tercatat mengalami kontraksi pada triwulan II tahun 2020 sebesar 5,32 persen year on year (red)

Taufik menjelaskan, sejalan dengan perekonomian nasional, kondisi perekonomian di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan juga sudah mulai menunjukkan perbaikan.

Hal ini dapat dilihat dari nilai indeks kinerja industri pengolahan (Prompt Manufacturing Index-PMI) pada triwulan III 2020 sebesar 50,52 persen, mengalami perbaikan dibandingkan dengan triwulan II 2020 yang hanya sebesar 28,54 persen.

Sementara Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menyebutkan peran teknologi dalam perkembangan ekonomi kreatif saat pandemi sekarang ini sangat tepat untuk memulihkan perekonomian unit-unit usaha.

Sebab, kata Neil. usaha-usaha yang berbasis digital sekarang ini justru lebih banyak diuntungkan. Perlu diketahui, di Indonesia tercatat 175 juta pengguna internet dan sangat relevan pada kondisi sekarang ini. Sedangkan nilai internet ekonomi indonesia dari hasil riset 2017 sudah mencapai 40 miliar dollar dan diprediksikan pada tahun 2025 akan mencapai 130 miliar dollar.

“Usaha-usaha yang sekarang ada bisa lebih mengoptimalkan teknologi atau sistem online sebagai upaya pemulihan usahanya ditengah pandemi Covid-19,” harap Neil. (red)

 48 total views,  2 views today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.