Media Network

24 November 2020

Pertama di Indonesia, Mesin Compactor Styrofoam di Aplikasikan di Kota Tegal

2 min read

Tegal – Bantuan mesin Compactor untuk Kota Tegal yang diklaim sebagai mesin pencacah Styrofoam pertama di Indonesia dari PT Kemasan Ciptatama Sempurna yang akan digunakan di bank sampah yang ada di Kota Tegal diterima langsung Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. dan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M.,

Alat yang compactor Styrofoam sebagai alat untuk mendaur ulang stytofoam yang sudah tidak terpakai, Sehingga nanti tidak terbuang sia-sia. Bisa dimanfaatkan kembali, usai didaur ulang.

“Nanti ada perusahaan yang mengambil kembali dengan harga perkilo Rp. 6.000,” tutur Wali Kota usai menjadi Pembina Apel dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional di Pantai Batamsari, Jum’at (13/03/2020).

Sedangkan Muhamad Jumadi, Wakil Wali Kota Tegal dengan hadirnya alat pencacah Styrofoam di Kota Tegal merupakan suatu kebanggan, karena merupakan Kota yang pertama di Indonesia yang menerima bantuan, hasil komunikasi antara Pemerintah Kota Tegal, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Asosiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik (INAPLAS) dan Pemerintah Kota Tegal.

Dirinya menambahkan untuk mendapatkan penghargaan Adipura, Kota Tegal tidak perlu adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Sejatinya guna mendapatkan Adipura tidak perlu TPA. Karena TPA itu costly, kalau ini tidak ada biayanya. Apa yang disebut TPA itu konsep yang salah. Pemkot tidak melarang plastik dan bersahabat dengan plastik, bisa dijadikan campuran aspal. Kalau buat TPA kemahalan bisa milyaran, tapi alat ini paling Rp. 40 juta,” ungkapnya optimis.

Sekretaris Jenderal ADUPI Wahyudi Sulistya mengatakan manfaat compactor dapat juga untuk menghemat ongkos kirim Styrofoam. Jika tidak dipadatkan dan dihancurkan akan memakan tempat dan tidak efisien. “Kalau tidak dicompact hanya 300 kilogram bisa satu truck, tapi kalau dicompact bisa 3 ton dengan ongkos kirim yang sama. Sehingga nilai jual dan keuntungan akan naik,” ungkap Wahyudi.

Dilihat dari Keuntungan mesin bisa mobile kemana-mana dengan cara kerjanya dihancurkan kemudian dipadatkan dengan saling gesek sehingga menimbulkan panas, sehingga meleleh dengan taraf sedang yang dapat mengikat antar Styrofoam yang sudah dihancurkan.

“Ini pertama kali. Mungkin bisa ditanyakan di daerah-daerah lain, kota–kota lain atau di kabupaten lain, belum ada,” ungkap Wahyudi.

Kota Tegal sebagai kota pertama mendapatkan mesin pencacah karena Pemkot Tegal peduli dan welcome terhadap waste management. Jadi Kota Tegal paling istimewa. Sehingga Pemkot Tegal tidak memusuhi plastik, karena plastik itu ada nilainya semua. (red/tim)

 840 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *