Pemudik Di Minta Untuk Isolasi Diri di Rumah

Slawi – Para pemudik yang baru saja berdatangan di wilayah Kabupaten Tegal diminta untuk mengisolasi diri di rumah masing masing. Artinya mereka cukup beraktifitas di dalam rumah saja dan jangan beraktifitas keluar rumah sampai 14 hari ke depan. Hal ini di maksudkan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebarluasan covid-19 di Kabupaten Tegal .

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Kab Tegal dr. Sarmanah Muraeny selaku Koordinator Bidang Logistik Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada rakor percepatan penanganan Covid-19 di Posko Gugus Tugas Minggu 29 Maret 2020.

Menurut dr.Sarmanah sesuai protokol kesehatan , selama isolasi diri itu , para pemudik yang baru datang dari daerah terjangkit atau dari luar negeri tersebut , diharapkan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yaitu dengan cuci tangan pakai sabun sesering mungkin. Makan dengan gizi seimbang serta berjemur setiap jam 10 pagi selama 15 menit untuk meningkatkan daya tahan tubuh .

Mereka juga diminta untuk menerapkan psychical distancing (pembatasan fisik ) yaitu menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter. Menghindari kerumunan massa dan kontak fisik dengan orang lain.

Kepada anggota keluarga pemudik , diminta untuk melaporkan ke aparat terdekat ( RT, RW kader) bahwa ada anggota keluarga yang baru pulang dari mudik dengan menyertakan data KTP dan KK serta nomor telephon yang bisa dihubungi. Jika dalam 14 hari ada keluhan (demam, batuk-batuk , flu, sakit tenggorokan, diare dan sesak nafas) maka diminta menghubungi via telephone aparat atau tenaga kesehatan setempat. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan wawancara via telephon. “Jadi, tenaga medis tidak datang ke rumah dan pasien tidak mengunjungi fasilitas kesehatan . Pasien tetap dirumah saja ” , tegas dr. Sarmanah.

Jika gejala mengarah ke penyakit corona , akan ada petugas khusus dari kesehatan yang melakukan penanganan lebih lanjut . Semua itu dilakukan guna menekan penyebarluasan virus corona .

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kab.Tegal, Munawar mengatakan, sesuai data yang terkumpul sampai dengan Minggu 29 Maret pukul 16.00 . Jumlah pemudik se Kabupaten Tegal tercatat sebanyak 11. 073 orang. Mereka perantau dari berbagai kota di Indonesia dan luar negeri. Pemudik sebanyak itu tersebar di 18 kecamatan dari 249 desa/kelurahan yang sudah melaporkan. Jumlah pemudik terbanyak di Kec Bumijawa sejumlah 2.100 pemudik , kemudian Kec. Dukuhturi 1.200 dan Kec Lebaksiu 1.110 orang . Sementara Pemudik terendah di Kecamatan Kedungbanteng sebanyak 178 orang .

Munawar menambahkan, melalui para Camat , Kepala Desa/ Lurah sampai dengan Ketua RT/ RW sudah diminta agar anggota keluarga melaporkan daftar nama pemudik kepada aparat setempat lengkap by name by addres dan mudik dari daerah mana serta tanggal berapa tiba di rumah.

Data ini dimaksudkan guna memudahkan pemantauan, pengendalian dan penanganan apabila di kemudian hari terdapat tanda tanda ke arah terpapar virus corona. (koes)

131 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.