Detakindonesia.com – Di Wilayah Kelurahan Tegal Sari ada sebuah perkampungan kecil bernama ‘ Kampung Tiram ‘ kampung yang luasnya sekitar 92.700 ribu meter persegi saat ini telah bermunculan warung , bahkan sebagai tempat tinggal dengan bangunan semi permanen, ada sekitar 13 KK Dan 20 warung atau kios yang sudah berdiri di kawasan ini terdapat bangunanan mushola setengah jadi.

Kampung Tiram yang pernah dijadikan lokasi shoting film” Turah. Yang mana tanah itu bersertifikat milik Pemerintah Kota Tegal. Namun entah kenapa tanah tersebut seakan dijadikan ‘ rebutan,bahasa tegalnya “Rayahan” oleh sejumlah warga, sehingga.mereka leluasa mendirikan bangunan di lokasi tersebut.

Untuk.mengantisipasi meluasnya kepemilikan tanah tersebut, pihak Pemkot yang diwakili oleh Dinas PUPR, Bagian Aset, Seno Aji dan Kepala Kelurahan Tegal Sari, Teti Kirnawati. Serta dinas terkait baik itu Perkimtaru,Bakauda serta dinas kelautan bahkan dari babinkamtibmas dan babinsa juga ikut menghadiri acara sosialisasi pada hari Selasa 19 Juli 2022 mendatangi kampung tersebut. memberikan sosialisasi soal status tanah tersebut.

kami datang kesini untuk bersilaturahmi dan ngobrol bareng supaya sama sama paham tentang status tanah yang panjenemgan tempati. Ujar Lurah Tegal Sari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal Teti Kirnawati di depan warga setempat.

Teti Kirnawati juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menghentikan bangunan mushola, ‘ tetapi yang namanya membangun harus sesuai aturan yang ada. apa.lagi membangun diatas tanah yang bukan.miliknya, meski itu.kepentingan bersama ‘ tandas Teti Kirnawati.

Seperti diketahui kampung tiram, berada ditepi laut sebelah timur obyek wisata Pantai Muarareja Kota Tegal sekarang kondisinya.mulai ramai, muncul warung atau kios dan juga ada yang digunakan sebagai tempat tinggal. Itu sebabnya Pemkot segera menertibkan supaya aset pemkot tersebut tidak diklaim oleh siapapun.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua RW.1 Kelurahan Tegal Sari pihaknya minta kejelasan dari pemkot, masalah rencana tata ruang kota, agar masyarakat nantinya memahami rencana pembangunan di lahan tersebut,.supaya kedepan tidak ada persoalan apa.lagi saat.ini sudah.memasi tahun politik, jangan sampai dimanfaatkan orang orang tertentu.

Kemudian mulai saat ini kegiatan di kampung tiram.dinyatakan Zero atau. Nol, tidak ada.lagi aktivitas
membangun .selaku ketua RW diwilayah tersebut .juga tidak mau direpotkan dengan urusan masalah administrasi apapun, semuanya diserahkan pada tingkat.kelurahan. dia juga minta kepada pemkot, jika nantinya lahan tersebut bisa disewakan, harus ada batasan luas seseorang bisa menyewa, dan dengan perjanjian/pernyataan yang tegas. ( red )

 77 total views,  1 views today

Redaksi