Menteri Kelautan dan Perikanan Saksikan Atraksi Basic Safety Training

  • Whatsapp

Detakindonesia.com – Kunjungan kerja lapangan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia ,Ir. Sakti Wahyu Trenggono MM. disambut langsung Wakil Walikota Tegal, Muhamad Jumadi. ST MM dan Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat.

Pada kunjungannya tersebut, Menteri Trenggono berkesempatan melihat sarana dan prasarana dan atraksi Basic Safety Training serta berdialog dengan para peserta sertifikasi keahlian dan kompetensi.

Mereka adalah awak kapal asing asal Indonesia yang pulang ke tanah air untuk memperbaharui sertifikat kepelautan di Balai Pelayanan umum Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal.

Sementara, Muhamad Jumadi, Wakil Walikota Tegal disela mendampingi kunjungan, berharap dengan kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan di BPU BPPP Tegal dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi.

” Perairan di Kota Tegal ini sangat luas, sehingga kehadiran Beliau dapat menambah motivasi dan kemajuan bagi BPU BPPP Tegal” ujar Muhamad Jumadi

Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Selasa 19 April 2022 sebelum ke BPU BPPP Tegal juga melakukan kunjungan ke Wilayah kawasan magrove Kabupaten Brebes,

Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan.

Selanjutnya Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta menjelaskan, BPPP Tegal merupakan salah satu balai pelatihan di bawah Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) BRSDM.

Pelatihan kelautan dan perikanan dilakukan oleh enam Balai yang juga bermitra dengan 263 Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) di berbagai daerah.

Untuk mengawal program KKP serta mendampingi para peserta pelatihan dan kelompok pelaku usaha kelautan dan perikanan, pihaknya menerjunkan 6.462 penyuluh di seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Dalam paparannya, dihadapan Menteri KKP, Kepala BPPP Tegal Moch. Muchlisin, BPPP Tegal merupakan balai pelatihan perikanan tertua di Indonesia, bahkan sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang dengan nama Gyomin Dozo.

BPPP Tegal menyelenggarakan pelatihan di bidang penangkapan, permesinan, budidaya, dan pengolahan perikanan, serta kepelautan dan pergaraman.

Jumlah pelaku usaha kelautan dan perikanan di wilayah kerja BPPP Tegal terdiri dari 375.000 orang di bidang penangkapan ikan dan kepelautan.Dan 1,3 juta orang di bidang budidaya perikanan,

lebih dari 1 juta orang di bidang pengolahan perikanan, dan 375 ribu orang di bidang permesinan perikanan. Sementara penyuluh yang bertugas mendampingi masyarakat pelaku usaha tersebut mencapai 606 orang.

Muchlisin melanjutkan, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pihaknya akan terus mengembangkan pelatihan-pelatihan lainnya. Sebagai contoh di tahun ini,

BPPP Tegal akan menyelenggarakan program diklat kepelautan.Program tersebut terdiri dari MEFA (Medical First Aid), AFF (Advance Fire Fighting), SCRB (Survival Craft Rescue Boat), dan SAT (Security Awareness Training).

Pihaknya sedang memproses keempat pelatihan tersebut ke Kementerian Perhubungan. Setelah disetujui, maka BPPP Tegal menjadi unit kerja KKP pertama yang menyelenggarakan keempat pelatihan tersebut.

Selain ke BPPP Tegal, Menteri Trenggono pada kunjungan tersebut juga berkesempatan mengunjungi kampus Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Tegal yang berada dalam satu kawasan yang sama dengan BPPP Tegal.

SUPM Tegal merupakan salah satu dari 20 satuan pendidikan di lingkungan BRSDM. Satuan pendidikan tersebut terdiri dari 9 SUPM dan 11 satuan pendidikan tingggi (10 politeknik dan 1 akademi komunitas).red

 183 total views,  6 views today

Pos terkait