Media Network

30 November 2020

Mbah Luwung, Asal Usul Desa Tembok Luwunh

2 min read

Penulis : Bung Baedy (FB)

Desa Tembok Luwung merupakan salah satu desa yg berada di Kecamatan Adiwerna. Jauh sebelum kemerdekaan, Desa Tembok Luwung dikenal dengan nama Desa Tembok Wetan.

Dimana, desa ini adalah bagian dari desa Tembok Banjaran. Karena terjadi pemekaran maka desa Tembok Banjaran dibagi menjadi 4 wilayah sebagaimana filosofi sebuah tembok rumah yg idealnya mempunyai 4 sisi yaitu Desa Tembok Banjaran (kulon), Desa Tembok Lor, Desa Tembok Kidul, dan Desa Tembok Wetan. Desa Tembok Wetan.

Selanjutnya berubah nama menjadi Desa Tembok Luwung, dimana nama ‘Luwung’ diambil dari beberapa pendapat yaitu :

1. Luwung diambil dari salah satu tokoh yg membabat desa Tembok Luwung yaitu Mbah Luwung. Mbah Luwung menurut penuturan juru kunci makam adalah seorang ulama dari Jawa Barat (Sunda) bernama Pangeran Muhammad (cerita lain menyebut Pangeran Walangsungsang).

Baik Pangeran Muhammad ataupun Walangsungsang keduanya dikenal pula sebagai Pangeran Leuweung. Dimana Leuweung yang dalam bahasa sunda berarti ‘hutan’. Boleh jadi gelar Leuweung disebut sebut setelah beliau membabat desa ini. Sebab desa ini dulunya adalah hutan. Hingga kini makam Mbah Luwung masih sangat dihormati oleh warga Desa. Namun sebagian org percaya makam ini sejatinya adalah hanya petilasan.

2. Luwung diambil dari kata ‘kluweng’ yang berarti lubang. Lubang di desa ini menunjuk pada dua objek. Pertama, pohon jati yg berlubang yg letaknya berada di komplek pemakaman Mbah Dagan. Kedua, rawa yg berlubang yg menewaskan Adipati Pranantaka ketika berkunjung di daerah ini.

Dari kedua pendapat di atas maka kata Luwung mempunyai dua arti. Arti pertama adalah hutan, sedangkan arti kedua adalah lubang. Silahkan pilih yang mana. Kita sebagai anak cucu tak patutnya ribut karena perbedaan pendapat. Boleh berbeda pendapat yangg penting tetep saduluran. Sebab sejatinya, yang paling tahu adalah Allah semata.

Foto : Halin Basse Al Fattah
Sumber :
1. Zubaedi, Akhmad. 2016. Menyusuri Jejak Jejak Tegal. Bukittinggi : Ajrie Publisher
2. Cerita pitutur perangkat desa
3. Bpk. Suyatno (Juru Kunci makam Mbah Dalem Agung)
(***)

 1,288 total views,  15 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *