Antara Sejarah dan Legenda

Penulis : Bung Baedy (FB)

Menurut sejarah, pada abad ke – 17 Desa Kalisoka dulu menjadi pusat pemerintahan dan perkembangan agama Islam di kabupaten Tegal. Sehingga tidak heran jika di desa ini terdapat beberapa makam kuno yaitu makam Mbah Pangeran Purbaya dan makam Ki Gede Hanggawana. Mereka dikenal sebagai waliyullah (ulama) dan umaro. Selain itu ada juga ada beberapa makam tokoh tokoh Tegal yg lain.

Di Desa Kalisoka juga terdapat peninggalan tua berupa masjid yg dikenal sebagai Masjid Wali Kalisoka atau Masjid Kasepuhan Pangeran Purbaya. Masjid ini adalah peninggalan Ki Gede Sebayu, Pangeran Purbaya dan Ki Gede Hanggawana. Juga sebagai bukti akan adanya pusat pemerintahan dan perkembangan agama Islam di Tegal pada zaman dahulu.

Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1601 M (bulan Mei – Agustus th. 1601 M). Namun ada cerita lain yg menyebutkan bahwa masjid ini sebenarnya sudah ada sejak zaman wali songo (Sunan Bonang dan Sunan Drajat) namun belum jadi. Baru pada zaman Ki Gede Sebayu baru dilanjutkan. Namun cerita ini masih simpang siur.

Terlepas dari legenda yg menyebutkan masjid ini dibangun kurang dari satu malam, ada cerita lain yg sepertinya lebih menarik utk diketahui :
Pertama, bahwa masjid ini dibangun atas usulan Ki Gede Sebayu setelah beliau selesai mengerjakan bendungan Danawarih tanggal 18 Mei 1601. Ini artinya, pembangunan masjid ini idealnya dimulai antara bulan Mei – Agustus 1601. Diceritakan tiang utama masjid berasal dari Desa Jatimulya (Jatiwala).

Kedua, bahwa proses pembangunan masjid ini masih ada kaitannya dengan asal usul Slawi. Dimana pada saat penebangan pohon jati di desa Jatimulya melibatkan ksatria berjumlah 25 (selawe). Konon ‘selawe’ inilah yg kemudian pelafalannya menjadi ‘slawi’.

Ketiga, adapun ksatria yg berhasil merobohkan pohon jati ini adalah Pangeran Purbaya (Ki Jadhug), putera Panembahan Senapati yg mengasingkan diri. Atas keberhasilan beliau akhirnya Pangeran Purbaya dinikahkan dg putri Ki Gede Sebayu yg bernama Raden Ayu Giyanti Subhaleksana. Sehingga bisa pula disimpulkan bahwa pernikahan Pangeran Purbaya dg R. Ayu terjadi tahun 1601 M.

Keempat, masjid selesai dibangun pada tahun yg sama pula yaitu 1601, adapun untuk tanggal dan bulan belum bisa dipastikan. Dengan adanya masjid ini maka menandakan bahwa Desa Kalisoka sejak tahun 1601 merupakan pusat agama Islam di Tegal juga merupakan pusat pemerintahan. Dimana Pangeran Purbaya sebagai sesepuh ulama dan Ki Gede Hanggawana sebagai umaro (bupati). Sebagaimana bisa disamakan dg kehadiran Masjid Agung Demak yg merupakan pusat agama Islam dan pemerintahan di Demak.

Kelima, masjid ini adalah salah satu masjid yg patut dan layak disebut sebagai masjid wali. Sebab syarat masjid wali umumnya dibangun di dekat sungai atau sumber air. Seperti hal nya masjid ini, tepat di sebelah timur nya adalah sungai (kali soka).

Keenam, jika dilihat dari konstruksi bangunannya maka dijumpai hal yg menarik yaitu terdapat menara yg bentuknya mirip arsitektur luar negeri berbentuk segi enam, mirip pagoda atau apa yah?? Ini jelas ada kolaborasi antara seni Jawa dg seni Luar Jawa.

Wallahu ‘alam

Foto : Imam Suripto dalam detik.com
Sumber :
1. Catatan Penelitian Akhmad Zubaedi
2. Zubaedi, Akhmad. 2016. Menyusuri Jejak Jejak Tegal. Bukittinggi : Ajrie Publisher
3. Sutjiptoni. 2007. Ki Gede Sebayu Pendiri Pemerintahan Tegal Tahun 1585. Tegal: Citra Bahari Animasi (***)

 196 total views,  6 views today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.