Detakindonesia.com – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir tahun 2021 menjadi perhatian khusus dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Jawa-Bali, yang di pimpin oleh Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dengan beberapa menteri bersama Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Jawa Bali melalui zoom meeting, Minggu (24/10/2021).

Dalam arahannya, Luhut menjelaskan peningkatan mobilitas masyarakat pada libur Nataru perlu diantisipasi agar tidak mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19 dan kematian.

“Peningkatan mobilitas dan semakin meningkat hingga puncaknya nanti di masa libur Nataru. Saya minta Panglima dan Kapolri, Menhub dan Para Gubernur untuk mempersiapkan skenario pengaturan mobilitas dari sekarang untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus dan kematian, penguatan 3T, perluasan Pedulilindungi dan percepatan vaksinasi lansia harus terus dilakukan,” ujar Luhut.

Ia menambahkan, situasi Covid-19 masih menunjukan tanda-tanda yang terkendali, namun seiring dengan penurunan level di banyak kabupaten/kota, peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat harus tetap di jaga, salah satunya dengan memperluas dan mendisiplinkan penggunaan Peduliindungi.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi juga menyampaikan hal serupa, bahwa momentum Libur Natal dan Tahun Baru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat yang juga secara tidak langsung berpotensi meningkatkan angka terkonfirmasi positif.

Budi mengungkapkan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan kesiapan angkutan untuk Nataru 2022 dan tengah menyusun langkah-langkah agar mobilitas masyarakat di musim libur Nataru ini tidak sampai menyebabkan terjadinya kembali ledakan kasus Covid-19 di Indonesia.(*)

 127 total views,  1 views today

Redaksi