Media Network

28 Oktober 2020

Konsep Digitalisasi Tingkatkan UMKM dalam Pemulihan Ekonomi Kota Tegal

2 min read

Tegal – Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M.,saat memimpin Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan pembahasaan Perumusan Pasar On Line dalam Rangka Pemulihan Ekonomi di Masa New Normal, dengan tegas memaparkan,  Kepastian Informasi Kesehatan Jadi Kunci Gerakkan Sektor Ekonomi Rabu (26/8) di Ruang Rapat Lantai I Gedung Setda Kota Tegal.

Peran pemerintah bersama TPID harus mampu memberikan rasa nyaman dan aman bagi warga untuk melakukan kegiatan perekonomian. Lantaran itu TPID juga harus mampu memastikan ketersediaan stok pada komoditas utama di masyarakat.

“ Awasi dan jangan ada oknum yang memanfaatkan keuntungan dengan menimbun komoditas yang mengakibatkan inflasi. TPID harus mampu memastikan stok komoditas kebutuhan aman dan terkendali,” jelasnya

Lebih lanjut, Wakil Walikota Tegal mengintruksikan agar TPID mengawasi lonjakan harga Kebutuhan warga , jangan ada menaikan harga dengan seenaknya.

“Ini tugas kita bersama saat ini harus meyakinkan masyarakat bahwa Kota Tegal terkendali dari Covid-19 ,”

Hal yang sama juga disampaikan  Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tegal Taufik Amrozy dalam rapat tersebut, selama masa Pandemi Covid-19 di Kota Tegal, harga komoditas utama bahan makanan masih relatif aman dan cenderung mengalami penurunan (deflasi) sebesar 0.05%. Hal itu akibat adanya ketakutan tentang penyebaran Covid-19, selain daya beli yang juga menurun.

Karena itu pihaknya bersama pemerintah komitmen untuk memberikan kepastian berita tentang Covid-19 serta protokol kesehatan yang sudah disiplin diterapkan agar masyarakat yakin sehingga orang merasa nyaman beraktivitas.

Menurut catatan data yang disampaikan TPID di ruang rapat, angka deflasi di Kota Tegal  per Juli 2020 sebesar -0.05% (mtm) menurun signifikan dibandingkan inflasi bulanan Kota Tegal pada Juni 2020 yang tercatat 0.42% (mtm). Secara tahunan inflasi Kota Tegal pada Juli sebesar 1.44% (yoy) lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 1.54 % (yoy) serta Jawa Tengah sebesar 2.08 %(yoy).

Melihat kondisi ini pihaknya bersama pemerintah akan menerapkan konsep digitalisasi UMKM, dengan metode tersebut bisa mengangkat UMKM yang tadinya kecil menjadi besar agar bisa ditangkap oleh sektor keuangan. (Red)

 

 109 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *