Media Network

24 November 2020

Kirab Merah Putih Ki Ageng Kunci, Bupati Batang: Jiwa Patriotisme Tak Akan Luntur

2 min read

BATANG – Ki Ageng Kunci yang punya nama asli Kyai Ismail Abdul Hadi merupakan ulama besar di Kecamatan Subah, Beliau merupakan prajurit Pangeran Diponegoro yang ikut dalam perang pada tahun 1825-1830.

Menurut Kepala Desa Subah Kisriyanto, menjelaskan berdasarkan narasumber Romo KH. Muhaiminan Gunardo Kiyai Parak Bambu Runcing Parakan Temanggung, Mbah Kunci atau Ki Ageng Kunci artinya orang yang menjaga, bertanggungjawab terhadap seluruh senjata atau (Pusaka) yang digedong kesana kemari untuk dijaga dipertahankan kehormatan dan kewibawaan.

“Ki Ageng Kunci juga kerabat pangeran Diponegoro dan masih ada hubungan nasab dengan Sunan Geseng Bagelen Purworejo, maka jelas Ki Ageng Kunci adalah Ulama Besar,”.

Sejarah ketokohan Ki Ageng Kunci juga di tulis oleh penulis K.P.A Hamaminta Nitinagara dari Keraton Surakarta Hadiningrat

Selanjutnya Minggu (26/1/2020) Bupati Batang Wihaji lepas kirab Merah Putih Ki Ageng Kunci Subah di Lapangan Bola Desa Subah, Kirab juga diikuti Kapolres Batang AKBP Abdul Waras, Kasdim 0736 Batang Mayor Inf Raji, Banser NU, KOKAM, Pemuda Pancasila dan Pramuka. Kirab menempuh jarak 2,5 km menuju makam Ki Ageng Kunci di Makam Ipik Sari Desa Kalimanggis Kecamatan Subah.

” Saya merasa bangga dan apresiasi kepada msyarakat Subah yang takdim kepada Kiyai dan para sesepuh, sebagai generasi yang cinta dan bangga kepada Bangsa dan Negara Indonesia,” ujar Bupati Wihaji sebelum melepas kirab Merah Putih.

Kirab Merah Putih sebagai wujud kecintaan kita kepada Bangsa Indonesia harus kita budayakan lanjutnya, karena ini merupakan salah satu untuk mencegah godaan dan ujian yang akan muncul. “Negara kita negara besar.

Saya yakin setiap ada masalah pasti ada solusi. Tetapi ingat tanpa ada muncul rasa handarbeni kita terhadap kecintaan kepada bendera merah putih akan melunturkan jiwa ptriotisme,” kata Wihaji.

Bupati Batang Wihaji juga menghimbau kepada peserta kirab agar bisa antisipasi berita – berita hoax dengan cek dan ricek informasi sebelum di share. Apalagi informasi yang berkenaan dengan agama dan keyakinan karena sangat sensitif.

“Hati – hati dengan sikap – sikap in toleran yang menjadi cikal bakal radikalisme. Kalau tidak hati – hati bisa jadi cikal bakal terorisme. Kita harus toleran, kita harus menghormati dan menghargai sebagai bagian dari cinta NKRI,” tutup Wihaji. (Red/Kontributor IW/Tim)

 147 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *