Tegal – Sampah Laut telah menjadi masalah global dan berdampak pada ekosistem, perikanan dan pariwisata. “Proyek Memikirkan Kembali Plastik – Solusi Ekonomi Sirkular untuk Sampah Laut” adalah inisiatif Uni Eropa dan Kementerian Federal Jerman . Proyek tersebut memberikan dukungan untuk implementasi Proyek Percontohan Pelabuhan Perikanan Bersih yang akan dilaksanakan DFW Indonesia di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Jawa Tengah.

Mendasari hal tersebut, Perwakilan dari Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia dipimpin Hartono selaku Ketua Sekertariat yang berkantor di Gedung TCC Batavia Tower One Jakarta , Sabtu (19/6) sore menemui Wakil Walikota Tegal, Muhamad Jumadi di Rumah Dinas jalan Kartini Raya Kota Tegal guna melakukan diskusi menyoal program aksi kebersihan pelabuhan perikanan Kota Tegal yang marak dipemberitaan sebagai pelabuhan paling kumuh

DFW Indonesia sebagai salah satu elemen dalam masyarakat pada prinsipnya memiliki peran yang sangat penting, sepertihalnya memberikan pendidikan dan membangun kesadaran masyarakat, menjadi pendamping masyarakat, dan mengkritisi jalannya pemerintahan. Peran-peran tersebut tentu saja terkait dengan ideologi dan nilai yang dimiliki.

Hartono Ketua Sekertariat DFW Indonesia saat di konfirmasi usai melakukan pertemuan dengan Wakil Walikota Tegal menyampaikan, pihaknya akan melakukan berbagai program guna mengembalikan kondisi lingkungan di area pelabuhan perikanan Kota Tegal yang menjadi sumber nafkah bagi ribuan nelayan

” Kami akan mengandeng semua unsur pemerintahaan di Kota Tegal dan pihak terkait lainnya untuk bersama sama dalam aksi bersih pelabuhan” tuturnya Sedangkan menyoal program yang akan dilakukan, Hartono menyebutkan, bahwa Ia bersama rekan rekan dari DFW Indonesia akan berupaya agar lingkungan area pelabuhan perikanan Tegal kembali normal terutama dalam hal penanganan sampah yang hingga kini menjadi kendala bagi nelayan di pelabuhan tersebut. Selain hal tersebut, Ia juga mengutarakan bahwa sebelumnya program ini dilakukan, Tim

DFW Indonesia akan melakukan pengumpulan data dan survey dilapangan, hal ini guna mendapatkan titik poros permasalahan penyebab tak terolahnya sampah maupun penyebab bertumpuknya sampah yang menganggu dilingkungan area pelabuhan Kota Tegal Namun demikian pengumpulan data dan observasi lainnya dilakukan agar program aksi bersih pelabuhan ini mampu mengembalikan pelabuhan Kota Tegal menjadi indah dan tidak kumuh seperti sebelumnya

“Kami di sini Kota Tegal dalam waktu lama, sebab masih banyak yang harus kami lakukan dan tak hanya soal mengumpulkan data, tetapi memberikan edukasi ke masyarakat nelayan juga termasuk dalam kegiatan” ujarnya Menyikapi Kehadiran Tim DFW Indonesia, Wakil Walikota Tegal, Muhamad Jumadi menyatakan dukungan penuh atas program yang dilakukan DFW Indonesia selaku NGO untuk memulihkan kondisi lingkungan di Pelabuhan Kota Tegal ” Saya sangat mendukung, artinya dengan kondisi yang bersih di area pelabuhan perikanan, secara otomatis akan membuat kenyamanan bagi para nelayan untuk lebih giat dalam mencari ikan untuk menafkahi keluarga” jelasnya Wakil Walikota Tegal juga berharap, sejatinya masyarakat di sekitar area pelabuhan dan para nelayan dapat meningkatkan kesadaraan dan kepeduliannya akan kebersihan lingkungan dengan turut menjaga bersama sama agar tetap bersih selamanya sekaligus menjaga kebersihan dan ekosistem laut (red)

 537 total views,  1 views today

Detak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.