Jumadi, Puisi dan Sekolah Laut, Gaungkan Literasi Kota Tegal

Tegal – “Perempuan itu jelang 90 Tahun Usianya, Ia Restui Putra nya Emban Wakil Sosok Nomor Satu, Berubah Jalan Cerita Berserah Pada Kuasanya, Saya Tidak ada rasa kecewa….”

Sepenggal Bait puisi penuh makna ini dibacakan langsung Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi ST.MM disaat Parade Pembacaan Puisi Kang Maman Suherman di Kampung KB Melati Sekolah Laut Sakila Kerti  Obyek Wisata Pantai Pulo Kodok  Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur.

Sekedar diketahui, Maman Suherman merupakan pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 10 November 1965,  penulis berkebangsaan Indonesia. Alumni jurusan Ilmu Kriminologi Universitas Indonesia ini pernah menjadi jurnalis pada tahun 1998 sebagai reporter dan sempat menjabat sebagai pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia.

Namun, kemudian berhenti pada tahun 2003. Sebelumnya beliau adalah pemilik dan produser pelaksana dari rumah produksi dan biro iklan Avicom Production sebelum ia terhenti pada tahun 2011.

Sekarang ini, ia mengabadikan dirinya ke dalam tulisan. Karya-karyanya ialah Matahati (2012), Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012), dan Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013), Re: (2014), Notulen Cakeppp (2014), Virus Akal Bulus  (2014), Notulen Cakeppp 2 (2015), dan 99 Mutiara Hijabers (2015), dan peRempuan (2016).

Bahkan hampir semua peserta  Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi beserta isti Dyah Probondari, Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tegal Edy Suripno beserta istri Ratna H. Edy Suripno, Anggota DPRD Kota Tegal Hj. Ely Farisati, AKBP Rita Wulandari. Hadir pula seniman Kota Tegal seperti Atmo Tan Sidik, Yono Daryono, Apas Khafasi serta seniman lainya membacakan puisi karya – karya Kang Maman.

Tak hanya membaca puisi, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi dalam kesempatannya juga mengapresiasi keberadaan sekolah laut

Kota Tegal adalah Kota Bahari, pemerintah Kota Tegal fokus untuk mencoba membangun sekolah laut sekolah informal bagi kalangan marjinal yang belum teredukasi dengan baik. Sakila Kerti  sudah berhasil di terminal, kini kita mencoba sekolah laut disini,” ujar Wakil Wali Kota usai membacakan puisi karya Kang Maman.

Jumadi berharap, untuk bergerak bersama, jangan kasih kendor, kita semangat untuk pengerak literasi. Tegal bisa menjadi kota liteasi di Indonesia, ini tantangan bagi kita semua untuk memberikan perhatian dalam kewajiban pemerintah terhadap masyakat pesisir.

Menurutnya, saat ini pesisisir telah memberikan sumbangsih besar bagi daerah, baik segi wisata  maupun sisi pemanfaatan perekonomiannya.

Artinya dengan adanya sekolah laut ini pemerintah Kota Tegal akan memberikan edukasi kepada masyakat terkait pendidikan dan menjaga lingkungan dan banyak aspek yang dapat kita trasformasi dalam sekolah laut. (Red)

 

108 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.