Detakindonesia.com – Halal Bihalal memiliki keunikan tersendiri karena sebagai ungkapan rasa syukur yang disampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin sehingga umat Islam dapat menyelesaikan perintah puasa ramadhan selama satu bulan penuh.

Hal ini diungakpan, Wakil Walikota Muhamad Jumadi ST.MM saat hadir dalam acara Halal bihalal di SMK MUTU Kota Tegal
Keluarga Muhammadiyah Kota Tegal.Hadir dalam acara tersebut Rektor Muhammadiyah Jakarta, Dr. Makmun Murod, Ketua PDM Kota Tegal, Drs. H. Alif Syarifudin.

Menurut Jumadi disela acara, Idul Fitri artinya kembali kapada fitrah atau kesucian ketika selepas sebulan penuh berpuasa, seorang mukmin diharap pada hari raya akan kembali seperti bayi dalam kesuciannya

Sedangkan Dr. Makmun Murod, menekankan Pentingnya Muhamadiyah untuk bersikap Dalam berpolitik, politik itu Penting Dalam perjuangan Muhamadiyah

1) Sifat tawadhuk.

Seorang bayi tidak akan mempunyai sifat sombong, yang ada hanya tawaduk, merendahkan diri karena Allah.

2) sifat tidak punya rasa hasud.Ini adalah sifat seorang bayi. Karena kesucian hatinya, ia sedikit pun tidak mempunyai rasa iri atau hasud.

3) Sifat tidak pendendam dan Pemaaf.
Kesucian seorang bayi menjadikan ia tidak mempunyai sifat pendendam. Dijelaskan dalam surat Ali Imran, ayat 134, sifat pemaaf adalah salah satu ciri orang bertakwa.

4) Sifat ikhlas.Ketika hati telah bersih, yang muncul ketika kita beraktivitas apa pun adalah keikhlasan.

Inilah sebagian kecil nilai-nilai “kefitrahan” yang ingin dicapai pada momen Idul Fitri. Nilai kesucian ini diharap bisa bertahan dan berkembang di hari-hari ke depan.“Yang pasti, halalbihalal tak hanya mempererat rasa persaudaraan. Ia juga menjaga kewarasan mental dan pikiran.

Halalbihalal membentuk koneksi sosial dengan menjaga hubungan antar teman dan keluarga.” ujar Muhamad Jumadi.

Lebih lanjut, Jumadi menjelaskan, Idul Fitri kali ini menjadi kesempatan yang baik untuk bersilaturahmi, setelah dua tahun sebelumnya pandemi Covid-19 membatasi kegiatan berkumpul bersama keluarga.

Meluangkan waktu sejenak untuk saling bermaafaan dan berkumpul bersama keluarga dapat membantu mengurangi kepenatan akibat tekanan pekerjaan dan pandemi yang belum usai***

 82 total views,  1 views today

Redaksi