Indonesia Tegaskan Komitmen Solidaritas Bersama Menghadapi Tantangan Global

Jakarta – Indonesia, sebagai satu-satunya Negara di kawasan ASEAN yang berpartisipasi dalam kelompok 20 perekonomian terbesar dunia (G20), menyerukan solidaritas bersama dalam menghadapi tantangan global dan menjaga perekonomian global di tengah situasi pandemik COVID-19.

“Indonesia ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk bergabung dengan kekuatan-kekuatan G20 dan organisasi internasional untuk membentuk front persatuan melawan pandemi ini,” ungkap Menteri Arifin saat mengikuti pertemuan virtual Menteri-Menteri Energi anggota G20, Jumat (10/4/2020) malam.

Semua sektor ekonomi, termasuk energi, menghadapi tantangan yang berat. Permintaan energi global menurun akibat isolasi dan lockdown. “Indonesia percaya, energi dan kebijakannya dapat menjadi tulang punggung untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional dalam menghadapi pandemi global ini.

Pasokan energi yang memadai dan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kebutuhan dasar dan pelayanan penting lainnya ditengah pandemi ini,” lanjut Menteri Arifin.

Akhir-akhir ini, kita juga harus menghadapi tantangan anjloknya harga minyak dunia, yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Situasi tersebut merupakan disinsentif bagi investasi energi termasuk penemuan sumber energi baru dan pengembangan energi terbarukan.

Malam sebelumnya, Kamis (9/4/2020), Menteri Arifin juga mengikuti The 9th Extraordinary OPEC and non-OPEC Ministerial Meeting yang diinisiasi oleh Pangeran Abdulaziz bin Salman.

Berbagai inisiatif dibahas dalam rangka menjaga stabilitas harga minyak dengan semangat kebersamaan dan berbagi tanggung jawab.

Kembali ke pertemuan anggota G20, Menteri Arifin menekankan kembali bahwa pasokan energi yang aman dan akses energi yang terjangkau akan membantu pemulihan ekonomi global.

“Semua jenis energi harus dipertimbangkan sesuai dengan komitmen internasional dan keadaan masing-masing negara. Kebijakan inovatif dan fleksibilitas sangat dibutuhkan pada situasi krisis ini,” ungkap Menteri Arifin.

Situasi sulit yang kita hadapi saat ini harus menjadi momentum untuk menjaga komitmen G20 dalam menjaga ketahanan energi, termasuk pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi.

“Kita harus mempertimbangkan bahwa energi terbarukan akan memainkan peran kunci usai pandemi Covid-19 untuk memastikan keamanan energi dalam jangka panjang,” kata Menteri Arifin.

Sebagai penutup Menteri Arifin berharap forum G20 dapat mengatasi tantangan global yang sedang dihadapi. “Saya berharap kita dapat memperkuat solidaritas dalam menghadapi tantangan global. Tiap negara harus mengambil peran dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi untuk mengurangi krisis global, serta menawarkan win-win solutions bagi para anggota G20 dengan tetap mempertimbangkan prioritas negara masing-masing.

Indonesia sangat ingin berkolaborasi secara global untuk memulihkan ekonomi dunia dan mengurangi dampak pandemik dan mengembalikan stabilitas pasar energi global,” tutup Menteri Arifin.

Seluruh intervensi Menteri ESDM tersebut, disampaikan dalam pertemuan Menteri-Menteri Energi negara G20 yang dipimpin Pangeran Abdulaziz bin Salman.

Adapun hasil dan kesepakatan dari pertemuan tersebut antara lain G20 berkomitmen untuk bekerja sama dalam semangat solidaritas mengambil langkah konkrit yang cepat untuk mengatasi situasi darurat yang tengah dihadapi terkait pandemi global COVID-19.

“Kami berkomitmen untuk bekerja bersama dalam semangat solidaritas pada tindakan segera dan nyata untuk mengatasi masalah ini dalam masa darurat internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya,” sebagaimana dikutip dari pernyataan bersama para Menteri-Menteri Energi Anggota G20.

G20 juga menyadari pentingnya mewujudkan pasar energi yang stabil dan ketahanan energi yang andal. Pasar energi yang stabil harus mengutamakan prinsip terbuka, transparan, dan kompetitif.

Pertemuan virtual tersebut juga menyepakati dibentuknya focus group dengan tugas memastikan tindakan respon terkoordinasi dan aksi korektif diimplementasikan untuk memastikan stabilitas dan ketahanan pasar energi.

Focus group bersifat sukarela, terbuka bagi semua anggota G20 dan bekerja dalam waktu terbatas serta akan melaporkan hasil penilaiannya bekerja sama dengan organisasi internasional yang relevan kepada para Menteri energi G20.

Sebagai informasi, G20 adalah kelompok 20 perekonomian terbesar dunia, yang terdiri dari 19 negara ditambah dengan Uni Eropa. Tujuan utama G20 adalah menghimpun para pemimpin negara-negara ekonomi maju dan berkembang utama dunia untuk mengatasi tantangan ekonomi global serta isu-isu lainnya yang menjadi prioritas bersama.

Sementara, prioritas Indonesia di G-20 pada sektor ESDM adalah meningkatkan akses terhadap energi di kawasan Asia.
Arab Saudi, sebagai pemegang posisi Presidensi G20 di tahun 2020, mengundang Menteri-Menteri Energi anggota G20 untuk mengikuti Extraordinary G20 Energy Ministers’ Meeting yang dilaksanakan melalui virtual meeting pada hari Jumat, 10 April 2020, mulai pukul 19.00 WIB. (red//psp//pusatsiaranpers.com)

88 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.