Makasar – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah (HimaPLUS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan Dr. Wartanto, M.M ( Direktur Kursus dan Pelatihan KEMDIKBUD RI) sebagai narasumber. Webinar yang digelar pada hari rabu 3/3/2021 yang dihadiri 422 peserta yang bertahan sampai akhir pada zoom cloud meeting Muh. Rifki Nugraha ketua umum HimaPLUS berharap webinar ini bisa menggambarkan arah pendidikan kedepan serta menemukan trobosan baru untuk memajukan pendidikan

“kami berharap dengan dilaksanakannya webinar ini kita bisa tau arah pendidikan kedepan agar dapat diupayakan bersama dan menemukan trobosan trobosan baru untuk pendidikan dalam mempersiapkan generasi emas 2045, ungkap rifki pada sambutannya.

Dalam Webinar ini, Dr. Wartanto, M.M membahas mengenai Kompetensi di abad 21, Dalam paparannya, Ia menjelaskan akademik dan vokasi memiliki tujuan masing-masing dalam mempersiapkan lulusannya menghadapi dunia kerja terutama industri. Pendidikan Vokasi memiliki bobot maksimum 40% dalam mempelajari teori dan praktik dengan bobot minimum 60% serta begitu pula sebaliknya pada pembelajaran akademik.

“Kalau akademik, anak akan diuji tentang apa yang sudah dipelajari dengan berbagai cara seperti multiple choice, uraian singkat dan lain-lain. Nah, yang benar kemudian dapat nilai entah itu 6,7,8,9,” papar Wartanto.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari terutama dunia kerja penting untuk menyelaraskan antara intelijensia dan karakter. Karakter perlu ditunjukkan bahwa Ia orang-orang yang kompeten dan memiliki nilai tambah atau personal branding.

“Bukan sekedar pintar dan terampil, namun karakter juga perlu ditunjukkan bahwa Ia orang-orang yang kompeten. Tidak ada artinya nilai bagus tapi karakter jelek”, tuturnya.

Di samping itu, Ia mengatakan bahwa mengapa keberadaan Pendidikan Vokasi itu penting. Hal tersebut dilandasi dengan tujuan untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja maupun industri yang dipenuhi oleh lulusan dunia pendidikan. Kemudian, output dari lulusan itu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, meliputi kemampuan dalam memberikan pemecahan masalah, kreativitas tinggi dapat menghadapi setiap fenomena dengan kemampuan berkomunikasi, menguasai bahasa serta dapat berkolaborasi.

“Di dunia ini butuh orang-orang yang pinter menganalisis dan akademik luar biasa, tapi dunia ini juga butuh orang yang kompeten. Ini sebagai gambaran bagi adik-adik, bahwa dibutuhkan orang yang bisa memecahkan masalah yang kompleks”, sambung Wartanto. (Red/RF)

 285 total views,  1 views today

Detak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.