Hadapi Berbagai Persoalan, Gubernur Ajak Seluruh Masyarakat Bersatu

Purworejo – Beberapa persolan seperti kelangkaan bawang putih dan masker yang disebabkan Virus Corona (COVID-19), menunjukkan bahwa Republik Indonesia harus memiliki daya tahan dalam kesehatan dan pangan. Persolan ini merupakan bentuk tekanan yang banyak dan akan terus datang kedepan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa
Tengah Ganjar Pranowo SH MIP dalam
acara Sarasehan dan Dialog bertajuk
asah, asih, asuh dalam penguatan budaya sekolah yang ramah dan menyenangkan di SMA Negeri 7 Purworejo, Rabu (4/3/2020).

Sarasehan dan dialog juga dihadiri Gus Muwafiq, Forkopimda, sejumlah Pejabat Provinsi dan sejumlah pejabat OPD Kabupaten Purworejo dan Temanggung dan. Juga hadir para guru ngaji, kepala sekolah dan perwakilan pelajar SMA dari Kabupaten Temanggung dan Purworejo.

Gubernur Ganjar melanjutkan, kemampuan kontribusi bawang saat ini hanya lima persen selebihnya import. Harga dipasaran saat ini mahal disebabkan karena kapal impor bawang yang tidak bisa masuk karena Virus Corona. Sedangkan produksi masker terhambat, karena bahan bagian dalam dari masker ada yang harus impor dari Wuhan China.

Dirinya bercerita tentang bawang
dan masker dalam acara Sarasehan
dan Dialog ini hanya ingin mengajak
bangsa Indonesia, untuk kembali ke
trah berketuhanan Yang Maha Esa dan
berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.

Sehingga kasus kelangkaan masker karena penimbunan oknum dan penjual yang menjual mahal, tidak terjadi lagi. “Maka saya undang para penceramah dan romo kyai untuk hadir disini, untuk memberikan bagaimana spritualnya orang indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa itu,” kata Ganjar.

Ganjar menambahkan jika diera sekarang, dunia akan terus bergerak dengan cepat. Sehingga yang dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia saat ini adalah Persatuan Indonesia. (red/sumber Purworejokab IG)

 104 total views,  2 views today

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.