Tegal –  Mengantisipasi bahwa pandemi coronavirus akan mengubah kehidupan sehari-hari bagi kebanyakan orang. Ini termasuk membatasi kontak orang-ke-orang, seperti jabat tangan dan pelukan. Selain itu, menjaga jarak dari orang lain, secara umum, kemungkinan akan bertahan

The New Normal Era atau Era Normal Baru ( ENB ) adalah sebuah budaya bersosialisasi dengan cara baru, yang diperkirakan terjadi setelah berakhirnya pandemi covid. Timbulnya perubahan budaya di Era Normal Baru dipengaruhi keberadaan covid 19, yang telah berhasil memporak porandakan sendi sendi kehidupan manusia.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi ST MM mewakili Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono SE.MM saat paparkan Evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di depan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi Kota Tegal. Kamis (7/5)

Muhamad Jumadi. ST MM, Wakil Wali Kota Tegal dalam paparannya  mengemukaan Kita berada pas NEW NORMAL ERA, Masa Normal yang Baru seperti Pakai Masker, physical Distancing, social distancing, dirumah saja, jaga Jarak, cuci tangan dan lain sebagainya,  jadi mau tidak mau Kita walau dalam keadaan berperang melawan Covid-19 tetapi sebenarnya Kita harus “Bersahabat” dan Berdamai dengan Virus tetapi dengan cara cara tersebut di atas.

Kita semua meyakini bahwa covid, sebuah virus, makhluk kecil yang kasat mata, terciptakan bukan tanpa tujuan, walaupun misi penciptaaannya tak akan pernah diketahui dengan pasti. Penciptaan sebuah makhluk oleh sang maha pencipta adalah rahasia YANG MAHA KUASA.

Apapun misi penciptaannya, sangat  jelas terlihat dalam kenyataan, bahwa covid telah memaksa manusia untuk mengubah berbagai tatanan kehidupannya. Siap atau tidak siap, mau atau tidak mau, mampu atau tidak mampu, covid telah membuat manusia berubah, bukan sebuah perubahan prinsip tapi berubah dalam etika bersosialisasi maupun melaksanakan laku spiritualnya jelasnya lugas.

Kota Tegal sejak mewabahnya coronavirus membuat sektor perekonomian masyarakat drastis anjlog, bahkan dunia usaha dirundung tak bergerak, walaupun ada pergerakan pun dunia usaha hanya stagnan sulitnya mencapai perkembangan lebih baik.

Pemerintah Kota Tegal dalam menyikapi hal ini terkait kondisi coronavirus, langkah yang dilakukan memang banyak menuai tanggapan masyarakat, sepertihalnya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadikan perbincangan masyarakat dengan berbagai penolakan maupun keluhaan sulitnya memenuhi kebutuhan hidup.

Dilema memang benar, namun langkah ini harus dilakukan pemerintah Kota Tegal dalam memutus mata rantai dan menekan laju pertumbuhan virus covid-19 dengan terus mengevaluasi serta berupaya mengoptimalkan.

Terkait pembangunan di era pasca pandemi covid-19, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono SE.MM dalam rakor Musrenbang video Conference di ruang Kominfo belum lama ini berharap selesainya Pandemi Covid-19 membuat Kota Tegal menjadi daya tarik bagi daerah atau investor untuk mengembangkan dan membangun Kota Tegal.

Namun menurutnya tetap harus diwaspadai agar masyarakat tetap menjaga serta berpola laku sehat sehingga terhindar dari wabah pandemi virus covid-19, hal ini karena daerah tetangga yang kondisi nya belum sama dengan Kota Tegal.(red)

 442 total views,  1 views today

Detak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.