Detakindonesia.com – Tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK cukup memprihatinkan. Sekolah vokasi yang mestinya menjamin lulusannya bekerja di sektor formal maupun informal justru menjadi penyumbang terbesar tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Untuk mengatasi masalah ini, Kepala Disnakerin Kota Tegal R, Heru Setyawan mengajak Kepala SMK dan pihak terkait untuk bersinergi, seperti Cabang Disdikbud Jawa Tengah Wilayah XI, Asosiasi Bursa Kerja Indonesia (ABKI) Cabang Tegal, Lembaga Pelatihan Ketrampilan (LPK) maupun Dunia Usaha Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA).

Heru Setiawan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian ( Disnakerin ) Kota Tegal, saat menyampaikan materi dalam acara Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri (TKDN) maupun Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN), Selasa (2/11) di Aula SMKN 1 Kota Tegal.

Setidaknya ada 5 komponen dapat membangun sinergi pentahelix di Kota Tegal untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka dari lulusan SMK.

“Cabang Dinas sebagai konseptor, Disnakerin sebagai regulator, SMK sebagai implementor, DUDIKA sebagai inkubator, serta ABKI/LPK & lembaga lain yg ada di masyarakat sbg akselerator,” papar Kepala Disnakerin. Heru juga berharap sinergi yg terbangu kuat dapat di contoh Jawa Tengah

Samsudin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jateng Wilayah XI, dlm sambutannya menyampaikan salah satu masalah yg dihadapi Jateng menyangkut SDM, baik dari aspek integritas, kompetensi, & budaya kerja. Kedisipinan, tanggungjawab & kejujuran perlu ditingkatkan.

“Ada tenaga pendidik yang sudah puluhan tahun bekerja, tetapi tidak bisa mengoperasikan komputer,” ungkapnya. Ditambahkan juga, output lulusan SMK masih belum optimal tingkat relevansi dan daya saingnya.

Solehin, S.Pd, MM Ketua ABKI Cabang Kota Tegal sangat mengapresiasi ajakan Disnakerin, untuk ke depan lebih meningkatkan sinergi agar persoalan pengangguran, khususnya lulusan SMK, dapat dicari solusi yang tepat. “

Saya mengusulkan Disnakerin tahun depan menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi para Pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se – Kota Tegal, agar kinerja BKK lebih optimal,”ujar Solehin.

Acara yang diikuti 100 orang terdiri dari Kepala SMK dan perwakilan siswa-siswi ini juga diisi materi tentang Optimalisasi Fungsi Layanan Antar Kerja, disampaikan oleh Budi Hartono, ST, Analis Penempatan Tenaga Kerja Disnakerin.

Budi juga memaparkan aplikasi Layanan Paripurna untuk Siap Kerja dan Menjadi Sejahtera (LAPUR SIJAJA), khususnya fitur-fitur yang terkait dengan kebutuhan pencaker, seperti CAKAR (Cari Kartu AK.1), CAKER (Cari Kerja), dan LOKER (Lowongan Kerja) yang yang sudah terkoneksi dengan aplikasi Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Tenaga Kerja.

Pada sesi terakhir Waryono, S.Kom, M.M.Par, Founder Bengkel Motivasi Tegal menyampaikan materi Strategi dan Kiat Memasuki Dunia Kerja. Diuraikan oleh Waryono, bagaimana membuat lamaran kerja, kesiapan mengikuti psikotes maupun wawancara ***

 120 total views,  2 views today

Redaksi