Calon ASN Tahun 2020 Bisa Bergabung Menjadi Anggota KPRI Sepakat

TEGAL – Anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sepakat terus mengalami penurunan. Pada tahun 2018 jumlah anggota Sepakat sebanyak 1090 orang. Namun pada tahun 2019 mengalami penurunan hingga menjadi 1042 orang.

Ketua KPRI Sepakat Drs. Joko Sukur Baharudin mengatakan, penurunan jumlah anggota KPRI Sepakat disebabkan karena banyak anggota KPRI yang pensiun.
“Pada tahun 2018 sebanyak 1090 tahun 1042 orang mengalami penurunan karena pensiun,” ungkap Joko Sukur saat membacakan laporan penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Sepakat Tahun Buku 2019 di Gedung Adipura, Senin (24/02/2020).

Hadir dalam RAT yang baru pertama kali diselenggarakan oleh kepengurusan periode 2019-2021 yakni Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., Sekda Kota Tegal Dr. Drs. Johardi, M.M., Ketua Dekopinda Kota Tegal yang diwakili oleh Kabid Jaringan dan Permodalan Usaha Erni Retno, Plt. Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Tegal Dra. Herlien Cokrowati dan Ketua PKP-RI Kota Tegal Budi Susetyo.
Agar terus menambah jumlah anggota KPRI Sepakat, Joko Sukur pun berharap nanti CPNS baru di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal dapat menjadi anggota Koperasi. Saat ini penerimaan ASN baru telah dilaksanakan tahap test CAT di Udinus Semarang, Jum’at dan Sabtu (14-15/02/2020).

“Harapannya untuk ASN tahun 2020, agar calon ASN tahun 2020 bisa bergabung menjadi anggota KPRI Sepakat,” harap Joko Sukur.

Dalam laporannya, Joko Sukur juga menyebutkan jika permodalan KPRI Sepakat , terdiri dari ekuitas tahun 2019 sebesar Rp. 7,8 miliar dan total asset Rp. 11,125 miliar.

Wali Kota Tegal menyambut baik usul agar ASN baru nantinya diajak untuk bergabung dengan KPRI Sepakat. “Nanti dibicarakan dengan ASN yang baru agar masuk menjadi anggota Koperasi,” ungkap Dedy Yon.

Erni Retno menyampaikan beberapa hal terkait kebijakan bagi kebaikan koperasi, agar para anggota belanja di Koperasi karena nantinya hasilnya juga dinikmati bersama. “Kalau belanja di mal-mal, minimarket, supermarket maka mereka yang menikmati keuntungan.

Tetapi jika berbelanja di koperasi sendiri maka keuntungan akan kembali kepada anggota,” ungkap Erni yang berharap RAT yang dilaksanakan dapat memberikan hasil terbaik bagi KPRI Sepakat.

Budi Susetyo mengusulkan kewajiban atau kesepakatan dan belanja wajib. “Tentunya dengan belanja wajib akan semakin banyak SHU yang diterima oleh anggota,” kata Budi mengusulkan. Budi juga menyinggung tentang maju dan mundurnya koperasi tergantung dari anggota. Tanpa ada peran anggota, Budi berkeyakinan koperasi tidak akan berjalan maksimal. (red/hms /tim)

78 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.